Perkembangan Teknologi Maritim – Korea, menjadi implementasi asal perjanjian pengaturan mengenai pusat Penelitian serta Teknologi Kelautan (Marine Technology Cooperation Research Center disingkat MTCRC).
Diselenggarakan oleh rendezvous komisi beserta (Joint Commission Meeting) ke-2 semenjak diresmikan pada September 2018 yg lalu, buat membahas pengelolaan, kegiatan dan isu–berita riset beserta. Kebutuhan ilmu pengetahuan serta teknologi (IPTEK) bidang laut di Indonesia sangatlah besar . ITS terus menyebarkan riset dan inovasinya dengan banyak sekali pihak buat mendukung pengembangan teknologi maritim. aneka macam desain kapal karya ITS sudah diakui di taraf internasional, diantaranya kapal tenaga matahari yang dibuat mempunyai kecepatan maksimal melalui riset bentukan serta arsitektur kapal. pula ada kapal berbahan bambu yang sudah menerima penghargaan Institution Medal of Distinction dari Royal Institute of Naval Architects (RINA), Inggris. di sisi lain ITS pula mendukung pemerintah buat mendukung keamanan negara yaitu dengan membuatkan riset kapal perang.
Perkembangan Teknologi Maritim ??
Eksplor berbagai produk inovasi ITS pada bidang kemaritiman
Material alternatif Bambu buat Produksi Kapal kecil Berbasis Efisiensi dan Berwawasan Lingkungan
Kelangkaan kayu menjadi material pembuatan kapal mengakibatkan kelangsungan industri mungil menengah (IKM) galangan kapal berbahan kayu sebagai tidak menentu. Kelangkaan ini mengakibatkan tingginya harga kayu yg berdampak di harga kapal yang semakin tidak terjangkau. inovasi penggunaan material bambu merupakan solusi sebab bambu memiliki jumlah populasi yg melimpah.
IMTS: Perangkat Pemantauan Kapal yang Terintegrasi Secara Nasional
saat ini, banyak kapal yg tidak memiliki ijin memasuki daerah Indonesia serta melakukan pencurian ikan atau illegal fishing. Faktor penyebabnya karena tidak adanya sistem teknologi gosip serta komunikasi yg bisa memantau eksistensi kapal- kapal yg melakukan illegal fishing. Hal ini diatasi dengan adanya Intelligent Maritim Transportation System (IMTS) yang dapat melacak eksistensi kapal illegal.
AIS ITS Automatic Identification System
sesuai data pada tahun 2009 terdapat 293 kecelakaan di laut Indonesia, serta sebagian kecelakaan tersebut terkait dengan fasilitas serta pipa yg terdapat dibawah laut. The International Maritime Organization (IMO) menyatakan kewajiban menggunakan Automatic Identification System (AIS) yg berfungsi menjadi sistem pelacakan otomatis buat menghidari tabrakan kapal.
Baca Juga Artikel Terkait : Dampak Perkembangan Teknologi Pada Anak Usia Dini
