
E-Learning Berbasis Cloud – Perusahaan teknologi ternama asal Cina, Huawei pada rangka memberikan dukungan bagi pendidikan di Indonesia sudah menjalin kolaborasi dengan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia (Kemendikbudristek RI).
Melalui kolaborasi ini, Huawei menyediakan 1.000 akun Huawei CLoud E-Learning Service bagi 500 perguruan tinggi yg terdapat di Indonesia. dari President Huawei Cloud & AI Indonesia Jason Zhang, langkah ini diambil menggunakan tujuan buat membantu memperkuat pondasi pendidikan melalui transfer teknologi Huawei di Indonesia, dan mempermudah pembelajaran jeda jauh bagi mahasiswa.
“memahami pentingnya pendidikan menjadi pondasi kemajuan masa depan, berkolaborasi dengan pemerintah, akademisi, dan komunitas, kami akan terus melakukan alih pengetahuan serta teknologi menjadi wujud dari komitmen berkelanjutan kami buat Indonesia,” kentara Jason.
sementara ahli TIK APTIKOM Richardus Eko Indrajit memberikan bahwa penyediaan Huawei Cloud E-Learning Service ini mampu mendukung peningkatan pemahaman mengenai teknologi dan isu pada sektor perguruan tinggi Indonesia.
Richardus menuturkan, bahwa dukungan e-learning berbasis cloud ini memiliki makna yang sangat mendasar. Hal ini mengingat kegiatan pembelajaran tatap muka secara daring antara dosen dan mahasiswa adalah kegiatan perkuliahan yang paling disarankan untuk mengantisipasi pandemi. oleh sebab itu, dia berkata bahwa kontribusi Huawei bagi Indonesia patut diapresiasi.
Selain itu, Direktur Jenderal Dikti Nizam juga mengakui bahwa kerja sama menggunakan Huawei ini sejalan dengan planning pemerintah buat melakukan transformasi pendidikan digital pada Indonesia. Terutama menggunakan upaya Kemendikbudristek Sejak tahun 2000 buat mewujudkan pendidikan digital.
“Kehadiran teknologi digital sudah lama . Kemdikbud terus berupaya Sejak tahun 2000 buat mewujudkan transformasi pendidikan digital, dan perlu disadari transformasi pendidikan digital hadir bukan buat menggantikan proses belajar tatap muka, tetapi melengkapi serta memperkuat,” jelas Nizam.
lalu dari sisi manfaat sendiri, Wakil Rektor IV BIdang Al-Islam serta Kemuhammadiyahan Universitas Muhammadiyah Jakarta, Mahmudin Sudin menyampaikan bahwa e-learning yg dihadirkan Huawei sangat bermanfaat dalam dunia pendidikan.
Pasalnya, e-learning berbasis cloud berasal Huawei ini lebih simpel buat dipahami pada penggunaannya, simpel, serta kaya menggunakan berbagai fitur. Mahmudin pun menilai bahwa teknologi ini pula bisa mendorong kreativitas dosen serta mahasiswa sebagai lebih aktif. Huawei pun tidak hanya menyampaikan dukungan berupa 1.000 akun Huawei Cloud E-Learning saja, namun jua menyampaikan dukungan buat adaptasi pembelajaran mengenai teknologi 5G dan artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan.
Jacky Chen, CEO Huawei Indonesia menyampaikan bahwa banyak sekali langkah ini diambil oleh Huawei buat membantu Indonesia melahirkan poly talenta digital baru. Hal ini dikarenakan bakat digital sangat diperlukan buat menjawab aneka macam tantangan pada masa mendatang.
“pada titik ini, kami sedang mempersiapkan landasan terpenting untuk ekosistem baru bakat TIK yang memiliki kemampuan tinggi buat menyesuaikan diri dengan teknologi baru, termasuk 5G. bakat TIK tadi akan menjadi mesin ekosistem Indonesia untuk maju serta sejahtera,” pungkas Jacky Chen.
Langkah ini juga merupakan galat satu upaya Huawei buat membantu Indonesia pada mencetak bakat digital yang terampil, dengan target sebesar 100.000 bakat digital pada lima tahun mendatang di Indonesia. sementara terhitung sejak November 2020 hingga akhir 2021, Huawei telah berhasil mencetak lebih dari 52.000 bakat digital.
Artikel Terkait Lainnya : Telkom Indonesia Akan Sediakan Big Data BigBox Gratis Bagi Startup dan UMKM
