Penerapan Peta Jalan Making Indonesia 4.0 – Indonesia ketika ini sudah memasuki era revolusi industri 4.0 dan didukung menggunakan perkembangan transformasi digital yg pesat. Teknologi yang dikembangkan pun beragam, mulai dari internet of things (IoT) hingga artificial intelligence (AI) atau kecerdasan sintesis.

Pemerintah Indonesia dalam menghadapi revolusi industri 4.0 ini telah membentuk peta jalan Making Indonesia 4.0 yg berfokus di tujuh sektor yg akan didorong pengembangannya buat industri 4.0.
Berkaitan menggunakan Making Indonesia 4.0 yg dicanangkan Presiden jokowi di tahun 2018 lalu, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) kemudian menghadirkan evaluasi INDI 4.0 untuk menilai kesiapan perusahaan atau industri pada tujuh bidang prioritas pada mengimplementasikan teknologi industri 4.0.
“Adanya Making Indonesia 4.0 dan regulasi yang mendukung buat mendorong transformasi digital dibutuhkan bisa memperkuat peran sektor industri pada industri 4.0. keliru satu pilar penilaian INDI 4.0 ialah teknologi, serta didalamnya cybersecurity sebagai bagian dari kesiapan industri 4.0,” jelas ketua POPTIKJI Kemenperin Heru Sutanto, Rabu (9/dua/2022).
Kepala pusat Optimalisasi Pemanfaatan Teknologi Industri serta Kebijakan Jasa Industri (POPTIKJI) Kemenperin Heru Sutanto melalui webinar bertajuk ‘Advanced Security in Industry 4.0 Era’ yg ialah bagian berasal rangkaian program CyberHub Fest 2022 pun memberikan, bahwa cybersecurity sebagai bagian penting dari implementasi industri 4.0 pada Indonesia. Melalui paparan materinya, Heru menuturkan bahwa keamanan siber industri di Indonesia diperlukan sudah memasuki level 4 pada INDI 4.0, yg dibuktikan dengan adanya asesmen terhadap keamanan berita teknologi (IT) serta sertifikasi mirip ISO 27001.
“Mendukung pentingnya keamanan siber bagi industri 4.0, kami juga mendorong pendampingan industri 4.0 dalam peta jalan Making Indonesia 4.0. Adanya pendampingan ini dibutuhkan bisa membantu industri dalam melakukan penilaian cybersecurity,” istilah Heru.
sementara Direktur Keamanan Siber serta Sandi Industri Badan Siber dan Sandi negara (BSSN) Intan Rahayu menyampaikan, bahwa pihaknya jua terus membantu buat mendorong implementasi Making Indonesia 4.0.
dari Intan, hal ini dikarenakan sektor industri perlu diangkat, serta nantinya akan menjadi salah satu infrastruktur penting nasional menggunakan dukungan industri 4.0. Penerapan teknologi digital yg perlu dilakukan karena adanya revolusi industri ini pun, kemudian pula mempertinggi potensi serangan siber bagi industri.
“Potensi ancaman siber cukup akbar di era industri 4.0 ketika ini. agresi yang dilakukan pun tak hanya menyasar pada information technology (IT) tetapi pula operation technology (OT) yg merupakan komunikasi antar mesin, serta bisa merusak produksi industri,” jelas Intan.
Intan melanjutkan, bahwa industri manufaktur sendiri menjadi sasaran primer dari agresi siber, yg diantaranya dilakukan dengan pencurian properti intelektual, serangan pada IoT, rantai produksi, sampai ransomware serta malware.
Tren serangan siber yg timbul ini pun seiring menggunakan semangat transformasi digital yang tinggi di Indonesia. oleh karena itu, BSSN kemudian mendukung penguatan cybersecurity industri melalui pilar teknologi pada INDI 4.0.
“kiprah keamanan siber dan sandi sektor industri pada mendukung Making Indonesia 4.0 dilakukan diantaranya melalui peningkatan kapabilitas, kesiapan menghadapi insiden, persiapan regulasi serta standar, peningkatan keamanan stakeholder, dan pengembangan teknologi,” pungkas Intan.
Artikel Terkait Lainnya : Telkom Indonesia Akan Sediakan Big Data BigBox Gratis Bagi Startup dan UMKM
