Teknologi Pengolah Limbah Detergen Berbasis AI – Tim mahasiswa berasal Institut Teknologi Sumatera (ITERA) membentuk teknologi pengolah limbah detergen atau detergent reactor berbasis artificial intelligence (AI) atau kecerdasan sintesis buat mencegah pencemaran lingkungan. pandangan baru penciptaan teknologi ini pun berawal dari keresahan terhadap limbah detergen yg didapatkan sang industri laundry.

dari ketua Tim Radisya Ikhsan, waktu ini belum ada teknologi pengolahan yg secara signifikan serius di limbah detergen. sang sebab itu, Radisya beserta timnya kemudian berinisiatif membangun teknologi berbasis AI yg bisa mengolah limbah detergen supaya tidak mencemari lingkungan.
“Detergent reactor yang sudah dibuat tadi mempunyai beberapa keunggulan, diantaranya bersifat hemat sebab menggunakan metode fotokatalitik TiO2-Bentonit, serta bersifat efisien sebab terintegrasi dengan sistem kecerdasan sintesis,” kentara Radisya pada liputan resminya, melansir dari seksama.co, Jumat (4/dua/2022).
Teknologi pengolah limbah detergen ini sendiri berbentuk kubus menggunakan dimensi 1 m x 0,8 m x 1,15 m, serta bekerja dengan cara mereaksikan limbah detergen yang dialirkan dari mesin cuci memakai bahan kimia TiO2-Bentonit.
Kemudian, keluaran dari detergent reactor artinya senyawa karbon dioksida dan air menggunakan pH 9, nilai total dissolved solid (TDS), biochemical oxygen demand (BOD), dan chemical oxygen demand (COD) yang relatif mungil, serta kandungan surfaktan yg pula kecil sehingga safety bagi lingkungan.
Sistem AI sendiri berperan pada pembukaan katup pipa masukan serta keluaran, pembukaan katup penampungan TiO2-Bentonit, serta proses pengolahan limbah. Detergent reactor ini dilengkapi juga dengan layar status buat melakukan fungsi pengawasan komponen internal.
“saya berharap detergent reactor ini digunakan oleh para pelaku industri laundry supaya limbah detergen dapat diolah terlebih dahulu sebelum dibuang ke lingkungan. Hal ini jua ialah galat satu upaya kita buat menjaga kelestarian lingkungan,” istilah Radisya.
Teknologi pengolahan limbah detergen berbasis AI ini pun berhasil mengantarkan tim mahasiswa ITERA buat meraih medali emas pada festival penemuan serta penemuan internasional yang diselenggarakan oleh Indonesia Young Scientist Association (IYSA) melalui Khayyam International Invention & Innovation Festival (2022).
Melalui bimbingan dosen Teknik Lingkungan ITERA, Andika Munandar, tim mahasiswa menuangkan gagasan tadi pada karya yg bertajuk Detergent Reactor Integrated with Artificial Intelligence (AI) AS Detergent Waste Treatment to Create Eco Laundry.
Andika pun mengapresiasi gagasan yg didesain sang para mahasiswa bimbingannya. dia menilai, melalui kompetisi KIIF 2022 mahasiswa bisa berlomba buat membuat penemuan dan berkarya buat kemajuan teknologi di Indonesia dan dunia.
“Semoga indera rancangan kami menjadi satu surat keterangan teranyar bagi Indonesia serta dunia terkait upaya pengolahan limbah detergen,” ungkap Andika.
Artikel Terkait Lainnya : Telkom Indonesia Akan Sediakan Big Data BigBox Gratis Bagi Startup dan umkm
