Bicara tentang ilmu pengetahuan, Alquran memiliki materi yang sangat benyak mengenai hal – hal tersebut. Mulai dari pengetahuan yang masuk akal hingga yang diluar nalar manusia. Kitab suci umat islam yang ini memuat begitu banyak keajaiban alam semesta dan kebenaran ilmiah yang diantaranya baru terungkap di zaman yang sudah modern ini.
Mari kita tengook sejenak Al Quran surat Hud ayat 7 yang berbunyi : “Dan Allah yang menciptakan langit dan bumi dalam waktu enam hari”.
Taukah anda enam hari disini bukan seperti yang kita rasakan di bumi ini sekarang, karena pada saat itu belum adanya bumi yang mengelilingi matahari. Makna enam hari disini berarti enam tahapan penciptaan alam semesta, yang hal ini disebutkan oleh Allah dalam Al Quran pada surat An Nazi’at ayat 27-33 :27. Apakah kamu lebih sulit penciptaanya ataukah langit? Allah telah membinanya
1. Tahap Pertama (ayat 27) : Penciptaan langit pertama kali
Jika kita kembali ke masa lalu maka kita akan melihat alam semesta masih berupa titik yang satu, yang padad dan sangat panas lalu kemudian meledak dan menyebarkan materi kemana mana.
Di ayat 28 ini terdapat kalimat “meninggikan bangunan” dan “menyempurnakan”. Kata “meninggikan bangunan” dianologikan alam semesta yang mengembang, sehingga benda-benda langit saling menjauh dan langit sendiri semakin meninggi.
Adapun kata “Penyempurnaan” berarti alam semesta tidak serta membentuk tetapi terus berlangsung pembentukan itu. Misalnya : bintang-bintang masih ada yang muncul dan ada yang mati.
3. Tahap Ketiga (ayat 29) : Penciptaan Tata Surya
Pada ayat 29 ini, Allah menjadikan malam yang gelab gulita dan siang yang terang benderang. Itu berarti pada saat itu material-material yang tadinya terpecah berkumpul dan menjadi padat, lalu jadilah matahri dan juga planet-planet yang juga termasuk bumi yang mengitari matahari sehingga terciptalah siang dan malam.
Pada saat awal pembuatan bumi, bumi masih berupa debu-debu tipis, kemudian berkumpulah debu-debu itu sehingga jadilah bumi. Tanah dibuat menjadi dataran rendah dan juga dataran rendah dan juga hamparan luas yang tak terhingga.
5. Tahap Kelima (ayat 31) : Munculnya air di bumi
Dari mana datangnya air? Air di perkiranakn berasal dari komet-komet yang menabrak bumi pada saat atmosfer bumi masih tipis. Unsur hydrogen yang dibawa komet bereaksi dengan unsur-unsur bumi dan membentuk uap-uap air lalu turun sebagai hujan dan kemudian memenuhi dataran-dataran rendah dengan air, sehingga jadilah laut, sungai dan danau. Dan setelah munculnya air di muka bumi, munculah tumbuhan-tumbuhan yang memulai peranan untuk menyeimbangkan ekosistem bumi.
Setelah terbentuknya gunung, diciptakan lah hewan-hewan dan juga manusia sebagaimana yang tertera di ayat 33.
Al Qur’an merupakan gudangnya ilmu pengetahuan, didalamnya banyak sekali ilmu-ilmu dasar dan juga ilmu terapan yang banyak berguna untuk kehidupan manusia. Oleh karena itu Al Quran menjadi petunjuk yang menerangkan kegelapan ilmu didunia yang sudah rusak ini.
